Dampak El Nino akan diredam: Kepala BMG

Kembalinya El Nino dapat menunda mulainya hujan di beberapa daerah di Indonesia tahun ini, namun nampaknya tidak menyebabkan kekeringan yang parah yang mengancam panen-panen utama, kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Reuters melaporkan.

Pola cuaca El Nino, yang disebabkan oleh pemanasan tidak wajar di daerah sebelah timur Samudera Pasifik, dapat menyebabkan kekacauan pada kondisi-kondisi cuaca di seluruh bagian Asia Pasifik.

Tingkat dampak El Nino di Indonesia, bagaimanapun, tergantung pada faktor-faktor lain termasuk suhu air di seluruh Indonesia dan pengaruh pola cuaca yang berasal dari Samudera India, yang dikenal sebagai pola berkutub ganda.

“Sehingga kita tidak dapat langsung menarik kesimpulan bahwa El Nino akan membawa kekeringan seperti yang orang khawatirkan. Kita sangat perlu melihat faktor-faktor lainnya dengan hati-hati,” kata kepala BMG Sri Woro Harijono hari Kamis.

Tiga El Nino besar sebelumnya – pada tahun 1973, 1983 dan 1997 – menyebabkan kekeringan yang parah di Indonesia.

Pada tahun-tahun tersebut, El Nino mencapai tingkat tertingginya, sementara pada saat yang sama perairan Indonesia lebih dingin dibandingkan kondisi normal dan suhu permukaan laut di sebelah barat Sumatera juga dingin, kata Harijono.

“Kondisi pada tahun 2009 ini sangat berbeda dengan kondisi pada saat tiga El Nino sebelumnya tersebut. Sekarang El Nino masih lemah, sementara suhu permukaan laut (Indonesia) tetap hangat,” katanya.

El Nino dapat membawa kekeringan karena uap air di sebagian besar Indonesia, selain dari Sumatera, terbawa ke sebelah timur Pasifik, yang lebih hangat.

Sumatera, yang memiliki perkebunan-perkebunan besar kelapa sawit, karet dan kopi, biasanya tidak terkena dampak El Nino, katanya.

Penilaian terbaru BMG sehubungan dengan El Nino adalah bahwa El Nino masih lemah sampai Agustus, sementara mungkin akan membesar ke tingkat sedang pada bulan September, Oktober, Desember dan Februari dengan El Nino besar yang mungkin timbul pada bulan November dan Januari.