Pasukan ekstra ditempatkan di perbatasan Malaysia


Komando Daerah Militer Tanjungpura di Kalimantan Timur telah menempatkan 650 personilnya dari Batalyon Infanteri 611/Awanglong di perbatasan Malaysia untuk tugas keamanan khusus, Media Indonesia melaporkan.

Ke-650 personil tersebut berangkat dari Samarinda pada 12 Agustus dengan menggunakan KM Tidar dan dijadwalkan berhenti di Tarakan sebelum tiba di Nunukan.

Mayor Achmad Amin mengatakan bahwa pasukan tersebut akan ditugasi menjaga daerah sekitar Karang Unarang dan Blok Ambalat yang diperselisihkan dan juga keamanan secara umum sehubungan dengan perkembangan terorisme.

Kabupaten Nunukan di Kalimantan Timur adalah daerah persinggahan utama untuk anggota jaringan teroris Jemaah Islamiyah (JI), kata mantan ketua JI Kalimantan Nasir Abbas.

Abbas mengatakan bahwa Nunukan menjadi tempat kesukaan para militan karena secara langsung menghubungkan Indonesia, Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya dimana JI telah mengatur operasinya, Tempo Interactive melaporkan.

“Selain lokasinya strategis, keamanan di Nunukan lemah dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten tetangganya,” katanya.

Di Kalimantan Tengah, TNI AD akan membuat dua batalyon baru untuk meningkatkan kehadiran militer di daerah tersebut, kata pejabat TNI AD.

Menurut komandan Angkatan Darat Panju Panjung Kol. Rudiono Edi, Batalyon 632 Panglima Batur akan berpangkalan di Muara Teweh, kabupaten Barito Utara dengan 1.000 tentara sementara Batalyon 633 akan berpangkalan di Pangkalan Bun, kabupaten Kotawaringin Barat.

Edi juga mengatakan bahwa TNI AD juga akan membuat sebuah pangkalan militer di kabupaten Gunung Mas dan sebuah komando militer di kabupaten Murung Raya.

Pembuatan batalyon-batalyon baru dan pangkalan-pangkalannya bertujuan untuk menjaga kedaulatan daerah-daerah perbatasan Indonesia, kata Edi.