Indonesia Day di University of Wollongong

Indonesia Day di University of Wollongong


Pagi itu, 7 Oktober 2009, halaman rumput Duck Pond University of Wollongong terlihat berbeda dari biasanya. Tidak kurang dari 150 orang berpakaian batik berkumpul melakukan berbagai aktivitas. Di beberapa tempat terlihat juga meja-meja berhiaskan kain prada Bali dan di atasnya terdapat berbagai barang kesenian serta makanan dan minuman khas Indonesia. Menjadi latar pemandangan itu, mengalunlah musik tradisional Indonesia, mulai dari tarian Bali hingga Jawa.

Suasana berbeda ini dihadirkan oleh acara Indonesia Day yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Ranting University of Wollongong. Indonesia Day ini memiliki tiga tujuan utama yaitu: 1) meneyelenggarakan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia, 2) memperingati diakuinya batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO dan 3) memperkenalkan budaya Indonesia dalam bentuk tarian, kerajinan tangan, dan makanan.

Acara berlangsung dari jam 11.00 hingga 14.00 dengan mementaskan empat tarian yaitu Pendet, Merak, Legong dan Ronggeng Betawi dan dipandu oleh dua orang MC: Dhimas S. Dharma dan Novi Syefriwanti. Sementara itu empat tarian dipentaskan oleh Ktut Rentyasti Palupi dan Indah Noor Rachmawati. Hari itu, University of Wo llongong benar-benar dikuasai oleh nuansa Indonesia. Tidak saja dari musik yang terdengar, tetapi juga dari pemandangan karena hampir semua yang hadir mengenakan batik atau pakaian khas Indonesia lainnya. Tidak saja yang dewasa, anak-anak yang berlarian di lapangan rumput pun banyak yang mengenakan batik. Di satu lokasi yang stragegis bertengger logo PPIA dengan tulisan besar berwarna merah